Sarolangun, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyerahkan bantuan kepada korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun pada 26 April 2026.
"Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama, selain faktor alam kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan," kata Gubernur Jambi Al Haris di lokasi bencana Desa Lubuk Resam Ilir, Kecamatan Cerminan Gedang, Kabupaten Sarolangun, Sabtu.
Dia menjelaskan banjir di Sarolangun imbas dari luapan Sungai Batangasai dan Batang Tembesi akibat curah hujan tinggi. Peristiwa itu, mengakibatkan 26 desa serta 1.552 rumah masyarakat terdampak. Bencana juga merusak satu jembatan.
Dalam tinjauan itu, ia memastikan percepatan penanganan dampak bencana dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Jenis bantuan yang diserahkan pemerintah kepada korban banjir di Sarolangun, di antaranya air mineral, kebutuhan bayi, matras, serta sejumlah makanan dan bahan pokok lainnya, seperti mi instan, beras, gula, minyak goreng, kecap hingga sarden yang dikemas ke dalam 200 paket sembako.
Dia mengatakan banjir di Sarolangun disebabkan sejumlah faktor, mulai dari faktor alam seperti hujan deras dan pendangkalan sungai termasuk akibat tindakan pembalakan hutan yang terjadi di hulu sungai.
Menyikapi ancaman penyakit pasca banjir, ia meminta Dinas Kesehatan segera mengantisipasi dengan melengkapi kebutuhan obat yang diperlukan masyarakat.
Ia juga mengingatkan Bupati Sarolangun segera melakukan pendataan dan usulan perbaikan rumah dan fasilitas umum yang rusak.
"Saya minta bupati segera buatkan surat ke provinsi boleh segera kita tangani bersama, apalagi ada jembatan yang putus, ini bagaimana anak-anak kita ke sekolah, mari bersama kita kerjakan," kata dia.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026