Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Jambi, percepat pemulihan melalui penetapan status tanggap darurat pasca-banjir yang merusak rumah warga dan akses jembatan di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pemenang Selatan.
"Pemerintah telah menggelar rapat bersama Forkopimda dan menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan desa," kata Wakil Bupati (Wabup) Merangin Abdul Khafidh melalui keterangan tertulis di Jambi, Minggu.
Berdasarkan data, kata dia, terdapat 80 rumah terdampak, yang 10 diantaranya hanyut terbawa banjir luapan Sungai Batang Tembesi.
Selain itu satu jembatan yang menjadi urat nadi bagi masyarakat dan pelajar di wilayah itu putus dihantam derasnya arus air akibat banjir pada Minggu (26/4) pekan lalu.
Menanggapi usulan kepala desa dan masyarakat setempat yang khawatir akan banjir susulan, ia mengatakan Pemkab Merangin berencana melakukan pembangunan ulang jembatan di lokasi yang lebih aman.
Wabup menjelaskan Bupati Merangin Muhammad Syukur telah memantau langsung situasi di lapangan dan menyetujui perlunya penanganan jangka panjang.
"Aspirasi masyarakat agar jembatan ini dibangun baru di lokasi yang lebih tinggi dari kondisi sekarang akan kami teruskan untuk penanganan lebih lanjut agar tidak terulang lagi," kata dia.
Khafidh mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tegar dalam menghadapi ujian ini. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal proses pemulihan hingga kondisi Desa Pulau Bayur kembali normal.
Dalam kesempatan itu pemerintah turut memberikan bantuan bahan pokok meliputi beras, gula, obat-obatan untuk kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Pemenang Selatan.
Gubernur Jambi Al Haris turun langsung meninjau korban banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi di Kecamatan Pamenang Selatan dan sekitarnya, Kabupaten Merangin Sabtu (2/5) malam.
Dalam kesempatan itu gubernur memastikan akan menyediakan perahu penyeberangan gratis untuk aktivitas sehari-hari masyarakat dan pelajar sembari menunggu pembangunan jembatan baru.
"Anak-anak harus tetap belajar, sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan," ungkapnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026