Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang Hari, Jambi mencatat pertumbuhan ekonomi Batang Hari pada 2025 tercatat sebesar 5,21 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang Hari Hartono di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa angka ini menunjukkan pemulihan setelah sempat melambat dalam dua tahun terakhir.

“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi kita 4,85 persen pada 2021, kemudian naik signifikan menjadi 12,26 persen di 2022. Setelah itu melambat ke 3,98 persen di 2023 dan 3,42 persen pada 2024,”katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai perekonomian Batang Hari pada 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp28.604,40 miliar, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp15.531,56 miliar.

"Dari sisi produksi, struktur ekonomi Batang Hari masih didominasi sektor primer,"ujarnya

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 45,22 persen, diikuti sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,20 persen serta industri pengolahan 10,02 persen.

Meski demikian, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang mencapai 11,14 persen.

“Peningkatan ini dipicu oleh naiknya aktivitas angkutan darat seperti truk logistik dan mobil travel, serta didukung angkutan sungai dan layanan pos serta kurir,” jelasnya.

Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 8,26 persen seiring meningkatnya produksi batu bara. 

Sementara sektor pengadaan listrik dan gas juga tumbuh sebesar 7,59 persen.

Namun, jika dilihat dari kontribusi terhadap pertumbuhan, sektor pertanian tetap menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,84 persen, disusul sektor pertambangan sebesar 1,69 persen.

Dari sisi pengeluaran, Hartono menyebut perekonomian Batang Hari masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai 41,89 persen dari total PDRB.

“Komponen ini tumbuh 4,43 persen dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,95 persen, seiring meningkatnya daya beli masyarakat,” katanya.

Selain itu, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 3,42 persen dan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 2,83 persen.

Sebaliknya, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar -8,16 persen akibat kebijakan efisiensi anggaran pada 2025 yang berdampak pada menurunnya realisasi belanja pemerintah.

Secara keseluruhan, Hartono menilai pertumbuhan ekonomi Batang Hari pada 2025 menunjukkan tren perbaikan, meski struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026