Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi menyebut penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Kepala Kanwil DJPb Jambi Tunas Agung Jiwa Brata di Jambi, Rabu, mengatakan pemerintah terus memperluas akses pembiayaan melalui berbagai program, termasuk subsidi bunga KUR dan pembiayaan UMi, guna mendukung penguatan kapasitas usaha masyarakat.

Berdasarkan data Kanwil DJPb Jambi hingga 31 Maret 2026, penyaluran KUR di Provinsi Jambi telah mencapai Rp1,89 miliar lebih kepada 20.703 debitur atau sekitar 27,36 persen dari target yang ditetapkan.

Penyaluran tersebut didominasi oleh KUR Mikro dan mengalami pertumbuhan sebesar 1,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Menurut dia, penyaluran KUR di Provinsi Jambi didominasi oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang mencapai 67,38 persen, sementara secara nasional penyaluran terbesar justru berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 34,22 persen.

"Kabupaten Muaro Jambi tercatat sebagai daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp278,09 miliar kepada 3.014 debitur," kata Agung.

Ia juga mengatakan penyaluran pembiayaan UMi di Provinsi Jambi hingga akhir Maret 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, dengan total realisasi mencapai Rp135,01 miliar yang disalurkan kepada 16.919 debitur.

Angka itu berkontribusi sebesar 10,54 persen terhadap penyaluran regional Sumatera dan 3,35 persen secara nasional.

Mayoritas debitur, kata Agung, memanfaatkan skema kelompok melalui penyalur Permodalan Nasional Madani, dengan penyaluran UMi yang meningkat sebesar 144,07 persen dibandingkan tahun lalu.

"Nilai penyaluran ini mengalami peningkatan sebesar 144,07 persen dibandingkan tahun 2025, dengan realisasi penyaluran UMi tertinggi disalurkan di wilayah Kabupaten Tebo dan Kota Jambi," katanya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026