Tanjab Barat, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat korban kebakaran di pesisir wilayah Desa Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat).

Bantuan yang diserahkan meliputi bahan dasar seperti makanan, pakaian, obat-obatan dan uang tunai untuk kebutuhan penanganan pascabencana.

"Jumlah rumah yang terbakar cukup banyak, warga saat ini masih tinggal di rumah keluarga. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama karena mereka membutuhkan waktu untuk bangkit kembali," harap Gubernur Jambi Al Haris di lokasi, Rabu.

Ia mengatakan, pemerintah akan terus berusaha mendorong kepada seluruh pihak yang terlibat melakukan percepatan, hingga merencanakan program pembangunan kembali rumah masyarakat yang terdampak dalam musibah yang terjadi pada Jumat (1/5).

Gubernur mengimbau seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri hingga ASN dan kelompok masyarakat melakukan gotong royong secara berkesinambungan, untuk membantu penanganan awal di lapangan.

Seperti membersihkan sisa kebakaran dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau.

Al Haris turut mengapresiasi bantuan yang telah mengalir dari masyarakat dan relawan. Menurut dia, kepedulian bersama menjadi kunci dalam meringankan beban para korban.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu. Ini bentuk empati kita bersama. Jika memiliki rezeki lebih, mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” tutupnya

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat di tempat yang sama menyampaikan, bahwa pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah bergerak cepat dalam penanganan darurat.

Dibuktikan dengan banyaknya bantuan mengalir dari berbagai unsur, mulai dari dinas sosial kabupaten, organisasi kemasyarakatan, pihak perbankan, hingga kelompok masyarakat.

Berdasarkan data sebanyak 97 rumah terdampak akibat peristiwa itu. Rinciannya, 86 rumah hangus terbakar, 11 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari dua unit rusak berat, lima rusak sedang dan empat rusak ringan.

Musibah ini juga turut berimbas pada kelompok rentan, tercatat 16 anak usia SD/Madrasah, 11 pelajar tingkat SLTP, dan enam pelajar SLTA menjadi korban terdampak. Selain itu, terdapat saru ibu hamil yang juga terdampak dalam kejadian tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah dengan sukarela menampung saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ucap bupati.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026