Kota Jambi (ANTARA) - OBulog wilayah Jambi mendukung rencana pemberian tunjangan kepada pegawai ASN, TNI, dan Polri dalam bentuk barang langsung berupa beras (natura) yang disuarakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
"Kita tegak lurus mendukung seluruh kebijakan yang diputuskan oleh pusat, siap intinya," kata Pimpinan Bulog wilayah Jambi Wiwin Indratno di Kota Jambi, Jumat.
Menurut dia, Bulog Jambi terus melakukan penyerapan sesuai dengan penugasan yang diberikan untuk menjaga pasokan, stabilitas stok nasional sekaligus mempercepat distribusi hasil serapan petani.
Langkah yang telah dilakukan seperti mengintensifkan koordinasi dengan pihak TNI, dinas pertanian, penyuluh dan brigade pangan untuk memastikan harga beli Gabah Kering Panen di nilai Rp6.500/kg sesuai Instruksi Presiden (Inpres).
Selain itu, untuk melindungi petani jagung, Bulog telah berkoordinasi dengan Polda Jambi untuk memastikan harga beli jagung pipil kering sesuai inpres Rp6.400/kg, dengan kadar air maksimal 14 persen dan Rp5.500/kg untuk kadar air 18-20 persen.
Lanjut dia, dari sisi konsumen agar harga tetap stabil, Bulog telah menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan serta beras Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan (SPHP) melalui kios pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Termasuk gerakan pangan murah, koperasi desa/kelurahan merah putih, gerai BUMN, pangan/koperasi binaan pemerintah, pasar modern dan rumah pangan kita.
Ia menambahkan, Bulog secara rutin melakukan monitoring pemantauan harga jual beras SPHP sesuai harga eceran tertinggi bersama dengan tim satgas sapu bersih (saber) Polri dan pemerintah daerah.
"Hingga 7 Mei 2026 stok cadangan beras di jambi 11.507 ton," ungkapnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.