Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kembali membuka pendaftaran program beasiswa tahfiz Al Quran dengan menjaring 300 santri berasal dari masing-masing daerah.
Program tersebut komitmen pemerintah dalam mencetak generasi religius melalui program Jambi Agamis dengan menargetkan satu desa satu penghafal Al Quran.
"Penjaringan tengah berproses, ini merupakan program Jambi Agamis yang diluncurkan Gubernur Jambi," kata Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi Amrulsyah di Jambi, Senin.
Dia menjelaskan program ini bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi putra dan putri daerah yang berdedikasi menjaga ayat-ayat suci Al Quran.
Pendaftaran beasiswa ini telah dibuka sejak 1 Mei hingga 20 Mei 2026, masyarakat dapat memantau persyaratan lengkap melalui media sosial resmi Biro Kesra Provinsi Jambi.
Syarat baku yang telah ditetapkan panitia, di antaranya batas usia minimal delapan tahun dan maksimal 18 tahun, atau maksimal kelas lima untuk tingkat pendidikan dasar atau yang sederajat, kelas delapan untuk tingkat menengah pertama atau yang sederajat, dan kelas 11 untuk tingkat menengah.
Khusus untuk kelas enam pendidikan dasar dan kelas sembilan pendidikan menengah pertama dapat menerima bantuan apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan melanjutkan pendidikan di tempat yang dibuktikan dengan surat pernyataan diperkuat meterai Rp10 ribu yang diketahui pimpinan pesantren atau lembaga pendidikan.
Permohonan bisa disampaikan melalui Biro Kersa Setda Provinsi Jambi dengan alamat Kantor Gubernur Jambi, Jalan Jenderal Ahmad Yani Telanaipura, Kota Jambi.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, pemerintah telah menetapkan beberapa kriteria khusus bagi calon penerima, di antaranya calon penerima minimal harus menghafal lima juz, tersedia juga kategori 10, 15, hingga 30 juz sesuai ketentuan, dengan batasan usia maksimal berusia 18 tahun.
Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, mereka wajib mendapatkan surat rekomendasi yang menyatakan domisili di desa atau kelurahan setempat, mengantongi surat keterangan resmi dari lembaga pendidikan atau rumah tahfiz yang menyatakan jumlah hafalan yang bersangkutan.
Dirinya menegaskan bahwa program telah memasuki tahun kelima dengan tujuan setiap desa di Provinsi Jambi memiliki penghafal Al Quran.
Ia berharap, program ini dapat terus berlanjut demi syiar Islam dan penguatan kualitas SDM yang berakhlakul karimah di Provinsi Jambi.
"Harapan kita, dengan adanya penghafal Al Quran di setiap wilayah, insyaallah Jambi senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Selain itu, ini adalah bekal benteng agama bagi anak-anak kita di era globalisasi yang tantangannya semakin berat," demikian Amrulsyah.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.