Kota Jambi (ANTARA) - Balai Krkarantinaan Kesehatan (BKK) menyebutkan seorang calon haji asal Kabupaten Kerinci, Ashari Ilyas, usia 66 tahun tengah menjalani observasi intensif di klinik Asrama Haji Jambi, karena diduga mengalami penyakit jantung dan riwayat asma.

"Saat ini sedang kami observasi, beliau mengeluh sesak, kami sedang menunggu jadwal konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk memastikan kondisinya terkontrol sebelum keberangkatan," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi Dewi Julia Arta Simanjuntak di Kota Jambi, Senin.

Dewi menjelaskan keputusan menempatkan calon haji tersebut di klinik bertujuan agar pasien mendapatkan istirahat total dan pengawasan langsung dari tim medis. Mengingat jika ditempatkan di kamar asrama, yang biasa berisi sekitar enam orang, dikhawatirkan pasien tidak bisa beristirahat dengan maksimal.

Pihak BKK Jambi berharap calon haji asal Kerinci yang sedang diobservasi tersebut dapat segera pulih dan mendapatkan rekomendasi medis untuk berangkat.

Mengenai kesiapan Kelompok Terbang (Kloter) 19 atau kloter kedua Jambi, BKK menyampaikan bahwa secara keseluruhan kondisi jamaah dalam keadaan baik. Namun ia mencatat ada satu calon haji dari kloter sebelumnya (Kloter 13) yang sempat tertunda.

Satu orang dinyatakan tidak tidak memenuhi syarat kesehatan (istitha'ah) karena menderita demensia berat, namun dijadwalkan akan digabungkan keberangkatannya bersama Kloter 19 pada Selasa (12/5) besok.

Untuk mengawal kesehatan seluruh jamaah calon haji, pihaknya menyiagakan 55 personel. Tim tersebut merupakan gabungan dari berbagai instansi kesehatan, terdiri atas 50 orang dari BKK Jambi, tiga petugas dari puskesmas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, satu orang dari Dinkes Provinsi Jambi, dan satu tenaga analis kesehatan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

"Mudah-mudahan setelah ditangani dokter spesialis dan diberikan tambahan obat-obatan yang memadai, beliau bisa berangkat besok (12/5) siang, mengingat beliau sudah menunggu cukup lama, sekitar 14 hingga 15 tahun," ucap Dewi.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026