Kota Jambi (ANTARA) - Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang (BTNBS) resmi memulai kegiatan pemasangan kamera pemantau di kawasan Taman Nasional Berbak, Provinsi Jambi untuk memonitor keberangkatan satwa di kawasan tersebut.

Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya memantau populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), serta satwa liar lain di dalam habitat asli dalam kawasan taman nasional tersebut.

"Setiap perjalanan membawa harapan untuk memperoleh informasi penting mengenai keberadaan satwa dan kondisi ekosistem sebagai bagian dari upaya pelestarian alam," kata Kepala BTNBS Yunaidi di Jambi, Selasa.

Menurut Yunaidi kamera pemantau yang dipasang berjumlah 23 unit, tersebar di dua wilayah, 16 unit di wilayah Air Hitam Laut, tujuh lainnya di kawasan Bako Tuo. Keduanya berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Pemasangan kamera tersebut dilakukan secara kolaborasi melibatkan beberapa pihak. Selain petugas dari Balai TN Berbak dan Sembilang, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra konservasi BTNBS, di antaranya KKl Warsi dan Forum HarimauKita.

Tidak hanya itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan juga turut dilibatkan. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat memaksimalkan pengumpulan data lapangan mengenai kondisi terkini satwa dan kondisi ekosistem di salah satu kawasan lahan basah yang diakui secara internasional (Situs Ramsar) di Indonesia.

Lanjut dia, kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen BTNBS dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi rangkaian kegiatan menuju peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus 2026.

Data yang terekam melalui kamera pantau akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola kawasan. Melalui identifikasi individu dan pola aktivitas satwa, pihak Balai TNBS dapat menentukan langkah-langkah perlindungan yang lebih tepat sasaran.

"Pihak Balai TNBS berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga memberikan kontribusi positif bagi data konservasi keanekaragaman hayati Indonesia," harap dia.

 

 



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026