Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi memperkuat pengawasan makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG), guna memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.
"Kami meminta kerja sama antara BPOM Jambi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi dalam pengawasan makanan pada program MBG," kata Wali Kota Maulana usai menerima penghargaan dari BPOM di Kota Baru, Kota Jambi, Selasa.
Pihaknya berharap BPOM dapat melakukan pengambilan sampel makanan secara berkala terhadap 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota tersebut, guna memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
"Kami ingin masyarakat merasa aman dan percaya terhadap produk pangan yang mereka konsumsi setiap hari karena keamanan pangan adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat," katanya.
Pemerintah kota setempat akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan pengawasan pangan dapat berjalan secara optimal.
Pihaknya bersyukur, Pemerintah Kota Jambi meraih penghargaan sebagai "Kota Pangan Aman Level 3" dengan kategori sedang dari BPOM.
Penghargaan tersebut diberikan oleh BPOM setelah Kota Jambi dinilai berhasil menerapkan sistem pengawasan dan pembinaan pangan secara konsisten dalam melindungi masyarakat dari risiko pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Penghargaan itu sekaligus menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pangan yang aman dan berkualitas telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Sementara Kepala BPOM Jambi Musthofa Anwari mengatakan BPOM akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Kota Jambi.
"Kami akan bersinergi hingga capaian ini ke depan terus ditingkatkan hingga meraih predikat unggul," katanya.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kepala BPOM Jambi Musthofa Anwari kepada Wali Kota Jambi Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli AndaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.