Bangko, Merangin (ANTARA) - Bupati Merangin M. Syukur menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga medis di RSUD Kolonel Abundjani Bangko.

Penegasan itu disampaikan langsung saat menemui jajaran tenaga BLUD dan PPPK Paruh Waktu menyusul munculnya aspirasi terkait persoalan internal rumah sakit beberapa waktu lalu.

Di hadapan para pegawai, M. Syukur menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan hak-hak tenaga kesehatan hilang begitu saja. Ia memastikan dirinya siap bertanggung jawab penuh sebagai kepala daerah.

“Saya sengaja hadir di sini ingin menunjukkan bahwa Bapak dan Ibu semua berjuang tidak sendiri. InsyaAllah tidak akan pernah hilang hak Bapak dan Ibu yang telah berkorban selama ini, sebagai bupati, saya bertanggung jawab,” ujar M. Syukur.

Bupati juga mengakui RSUD Kolonel Abundjani menghadapi tantangan besar, terutama tingginya jumlah pegawai yang kini hampir mencapai 800 orang. Jumlah tersebut disebut menjadi salah satu yang terbanyak untuk rumah sakit tipe C di Provinsi Jambi bahkan di wilayah Sumatra.

Namun, menurutnya banyaknya sumber daya manusia itu harus dilihat sebagai kekuatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bukan sekadar beban organisasi.

Ia meminta seluruh persoalan internal diselesaikan secara kekeluargaan tanpa menimbulkan kegaduhan di ruang publik. M. Syukur juga menegaskan dirinya terbuka menerima aspirasi pegawai kapan saja dan tidak akan lari dari persoalan yang ada.

Dalam kesempatan itu, mantan Anggota DPD RI tiga periode tersebut menginstruksikan Plt Direktur RSUD Kolonel Abundjani untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan administratif serta hak pegawai yang masih tertunda.

Selain membahas pembenahan internal, kunjungan Bupati juga untuk memastikan kesiapan sejumlah fasilitas medis baru seperti Poli Jantung, alat CT Scan, dan Mammografi.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, RSUD Kolonel Abundjani kini menjadi salah satu rumah sakit di wilayah barat Provinsi Jambi yang memiliki peralatan medis modern dan lengkap.

M. Syukur bahkan memangkas target peningkatan layanan rumah sakit dari tiga tahun menjadi dua tahun agar masyarakat Merangin tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan medis intensif.

“Fasilitas dan alat kita saat ini sudah 80 hingga 90 persen lengkap. Tantangan kita selanjutnya adalah memperbaiki pelayanan. Mari kita bangun energi positif untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026