Bangko, Merangin (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Merangin terus melakukan memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah. Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual,
Rakor yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Merangin dan turut membahas Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Pengawasan Obat dan Makanan serta sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal.
Berdasarkan data Perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Mei 2026, Kabupaten Merangin mencatat angka inflasi sebesar 0,24 persen. Capaian itu dinilai cukup baik karena masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jambi yang mencapai 0,47 persen.
Komoditas yang paling berpengaruh terhadap pembentukan inflasi di Merangin antara lain cabai merah dengan andil 0,8801, bawang merah 0,2179, dan daging sapi 0,1654. Sementara fluktuasi harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit dengan nilai Coefficient of Variation (CV) sebesar 0,063.
Sekda Merangin Zulhifni mengatakan kondisi inflasi di daerah masih relatif stabil dan terkendali. Pemerintah daerah pun akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala guna mengantisipasi gejolak pasar.
“Alhamdulillah, tingkat inflasi di Kabupaten Merangin masih stabil. Kita berharap kondisi ini tetap terjaga agar tidak ada kenaikan harga bahan pokok yang dapat memberatkan masyarakat,” ujar Zulhifni.
Melalui rakor tersebut, Pemkab Merangin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta pengawasan terhadap mutu obat, makanan, dan produk halal di daerah.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.