Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah menyiapkan intervensi harga pasar mengantisipasi lonjakan harga kedelai di tengah melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Ketika ada kenaikan harga yang tidak rasional, maka ada intervensi, sepanjang masih dalam batas toleransi, masih bisa kita tolerir. Namun, jika sudah melampaui itu, kita bisa intervensi melalui alokasi dana belanja tidak terduga untuk mengantisipasi lonjakan harga," ungkap Sekda Provinsi Jambi Sudirman di Kota Jambi, Selasa.
Sekda menjelaskan, intervensi harga sudah menjadi rutinitas dan program wajib pemerintah setiap kali mendeteksi adanya lonjakan harga yang dinilai tidak rasional atau melampaui batas toleransi.
Pemerintah dalam hal ini memiliki komitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berpotensi memicu kenaikan harga barang impor seperti kedelai.
Lanjut dia, Pemprov Jambi dalam waktu dekat menjadwalkan turun langsung ke lapangan guna memantau pergerakan harga dan memastikan rantai pasok tidak terganggu menjelang hari raya Idul Adha.
Upaya itu, salah satunya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Angso Duo Jambi, pada tanggal 26 Mei mendatang.
Menurut dia, kenaikan harga dalam batas wajar masih dapat dimaklumi seiring tingginya permintaan. Namun, kondisi akan menjadi fatal jika harga melambung tinggi dibarengi dengan kelangkaan barang di pasar.
Dengan kombinasi pengawasan lapangan dan kesiapan dana tak terduga (BTT), Pemprov Jambi berharap masyarakat dapat menghadapi momen hari raya dengan tenang tanpa dibayangi kelangkaan pangan maupun inflasi yang tak terkendali.
"Insya Allah pada 26 Mei ini, menjelang lebaran Idul Adha, kita akan melakukan inspeksi mendadak dan memonitor lapangan. Upaya ini dilakukan jangan sampai ada kenaikan yang melampaui batas toleransi," tutupnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.