Kerinci, Jambi (ANTARA) - Bupati Kerinci Monadi menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga Khairusni Bilal Usman (67), jemaah haji asal daerah itu yang wafat di Arafah, Arab Saudi.
"Turut berdukacita, semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," katanya di Kerinci, Jambi, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Monadi mengingatkan kepada jemaah haji asal Kabupaten Kerinci agar senantiasa menjaga pola makan dan istirahat yang cukup agar kesehatan mereka tetap terjaga dengan baik.
Hal ini penting mengingat masih terdapat sejumlah rangkaian ibadah yang harus dilalui untuk menyempurnakan rukun haji.
"Jaga kesehatan, makan teratur, minum air yang cukup. Jika ada keluhan, segera laporkan ke tim kesehatan di sana," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab mengatakan sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan ibadah haji almarhumah akan dibadalkan oleh petugas resmi.
"Turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Khairusni Bilal Usman, jemaah haji Provinsi Jambi Kloter BTH-19 Embarkasi Batam asal Kabupaten Kerinci. Semoga almarhumah husnul khatimah dan diampuni segala khilafnya," kata Wahyudi.
Jemaah asal Kabupaten Kerinci yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH-19 tersebut dilaporkan meninggal dunia di dalam tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi.
Berdasarkan lembar kronologis dari tim medis, jemaah wafat pada Selasa (26/5) sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Saat kejadian, almarhumah sedang berada bersama suaminya di dalam tenda maktab di Arafah.
Secara tiba-tiba, almarhumah mengeluhkan lemas dan sesak napas, hingga kemudian tidak sadarkan diri.
Mendapat laporan dari jemaah lain, tenaga kesehatan (nakes) kloter langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Namun, saat tiba, urat nadi pasien terpantau sudah tidak teraba, sehingga tim medis segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.
Tak berselang lama, Tim Kesehatan Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tiba di lokasi untuk memberikan bantuan medis tambahan. Langkah penanganan lanjutan pun dilakukan, termasuk menggunakan alat Automated External Defibrillator (AED) atau alat pacu jantung otomatis.
Kendati upaya maksimal telah dikerahkan, pasien tetap tidak memberikan respons dan dinyatakan meninggal dunia di hadapan pihak keluarga pada pukul 21.30 WAS.
Merujuk pada dokumen resmi Certificate of Death (Surat Kematian) dengan standar medis internasional ICD-10 yang dikeluarkan oleh Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia, penyebab utama kematian almarhumah adalah gangguan jantung akut.
Catatan medis di Arab Saudi juga menunjukkan almarhumah sempat mengakses pelayanan kesehatan dengan nakes kloter sebanyak dua kali, yakni pada 16 Mei 2026 karena keluhan dispepsia (gangguan pencernaan) serta pada 22 Mei 2026 akibat keluhan low back pain (nyeri punggung bawah).
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.