Jambi (ANTARA) - Setelah dinyatakan hilang selama enam hari saat memancing Dimas Ramadhoni (24), pemuda asal Desa Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Jambi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5).

“Jasad korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat mengapung di aliran Sungai Batang Tembesi, tepatnya di Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, berjarak sekitar 17 kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam,” kata Humas Basarna Jambi M Lutfhi merilis, Kamis.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban diketahui pergi memancing pada Jumat 22 Mei lalu namun hingga malam hari korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Pihak keluarga dan warga setempat yang melakukan pencarian awal hanya menemukan sepeda motor, sandal, dan telepon genggam (handphone) milik korban yang ditinggalkan di tepi sungai.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak BPBD Sarolangun dan Pos SAR Bungo pada Minggu (24/5). Komandan Pos SAR Bungo M. Andri mengonfirmasi bahwa korban berhasil dievakuasi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban atas nama Dimas Ramadhoni berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan masyarakat di Desa Jelutih. Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Lutfhi.

Pencarian intensif ini melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya 7 personel Rescue Pos SAR Bungo, 6 anggota BPBD Sarolangun, 2 personel Polsek Mandiangin, 2 personel TNI, 4 anggota SAR MTA, 3 personel Damkar Mandiangin, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Tim gabungan menyisir sungai menggunakan perahu karet (Lower Rubber Boat/LCR) di bawah kondisi cuaca cerah berawan dan debit air sungai yang normal dan dengan ditemukan nya jasad korban, Operasi SAR dinyatakan selesai.

Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 16.00 WIB, dan operasi resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026