Jambi (ANTARA) - Polda Jambi menanam 30 bibit pohon buah di kawasan MTQ Kota Jambi, Jumat 29 Mei 2026. Aksi “Satu Langkah Sejuta Perubahan” ini jadi pembuka rangkaian Road to Presisi Merdeka Run 2026.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar memimpin langsung penanaman bersama para Pejabat Utama dan personel. Satu per satu bibit pohon buah ditanam ke tanah basah. Tak ada payung yang menutup semangat mereka. Yang ada hanya cangkul, bibit, dan tekad menjaga bumi.
“Melalui kegiatan ini, Polda Jambi ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mulai melakukan perubahan dari hal-hal sederhana. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga investasi bagi masa depan generasi mendatang,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mewakili Kapolda.
Tema “Satu Langkah Sejuta Perubahan” sengaja dipilih. Langkah kecil hari ini, kata Erlan, bisa berdampak besar untuk kelestarian alam ke depan.
“Walaupun dalam kondisi hujan, semangat personel tetap tinggi. Ini menunjukkan komitmen dan kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga alam agar tetap hijau, sejuk, dan lestari,” tambahnya.
Di bawah langit mendung Kota Jambi, barisan personel Polda Jambi dan alam bekerja sama. Tanah digali, bibit ditanam, harapan ditumbuhkan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni jelang Presisi Merdeka Run 2026. Ia jadi simbol: menjaga keamanan iya, menjaga lingkungan juga wajib.
Polda Jambi berharap aksi sederhana ini menular. Satu orang tanam satu pohon, seribu orang tanam seribu pohon. Dari MTQ Kota Jambi, pesan itu disebar: bumi yang sehat dimulai dari langkah kita sendiri.
Road to Presisi Merdeka Run 2026 sendiri akan jadi ajang lari sekaligus kampanye gaya hidup sehat dan peduli lingkungan. Penanaman pohon ini jadi pembuka, bahwa setiap langkah pelari nanti, juga langkah untuk bumi yang lebih hijau.
Pewarta: Nanang Mairiadi/RilisEditor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.