Kota Jambi (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Jambi telah menyerap beras petani sebanyak 3.795 ton setara beras selama periode Januari hingga awal Juni 2026 atau sekitar 70,35 persen dari target tahunan.
"Realisasi serapan sebesar 3.795 ton setara beras menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," ungkap Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jambi Wiwin Indratno di Kota Jambi, Kamis.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kanwil Jambi dalam mendukung keberhasilan pengadaan gabah dan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Hingga awal Juni 2026, Bulog Jambi telah berhasil menyerap 6.049 ton gabah petani atau setara 3.795 ton beras, atau mencapai sekitar 70,35 persen dari target sebesar 8.173 ton atau setara 5.394 ton beras yang ditugaskan di Kanwil Bulog Jambi.
Lanjut dia, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Bulog, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta mitra penggilingan yang bersama-sama mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan petani.
Keberhasilan serapan gabah dan beras tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan Bulog Jambi selama musim panen.
Langkah tersebut antara lain penjemputan gabah langsung di sentra produksi, penguatan kemitraan dengan penggilingan padi, hingga percepatan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.
Keberhasilan serapan ini juga berdampak langsung terhadap penguatan stok CBP yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tutup Wiwin.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.