Kota Jambi (ANTARA) - Kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi mematangkan rencana pemindahan ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Jambi ke gedung baru.
"Rencana relokasi ini sudah bergulir sejak (dimulai) pembangunan pada 2020, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dilakukan perpindahan Lapas Jambi ke Sengeti," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar di Kota Jambi, Kamis.
Irwan memastikan relokasi warga binaan dan petugas lapas dilaksanakan pada Juni tahun 2026, dengan melibatkan berbagi unsur terkait mulai dari pihak kepolisian, TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung proses pemindahan.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna mendukung kelancaran proses relokasi.
Lanjut dia, relokasi warga binaan itu telah diagendakan seiring dengan tuntasnya pembangunan lapas baru di wilayah Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Pemindahan warga binaan bertujuan untuk mendukung kegiatan pembinaan, mengingat kapasitas hunian dan fasilitas di Lapas baru tersebut sangat memadai. Dengan dilengkapi ruang terbuka yang cukup serta sistem keamanan terbaik.
Ke depan, tambah dia, bangunan lama akan diusulkan menjadi rumah tahanan negara (rutan).
"Saya minta dukungan dari seluruh masyarakat dan instansi terkait di Provinsi Jambi untuk kelancaran pemindahan. Ini adalah yang terbaik untuk warga binaan, tidak padat sehingga pelaksanaan pembinaan di Lapas Jambi akan berjalan lebih lancar," tutup dia.
Kepala Lapas Kelas II A Jambi Syahroni Ali menambahkan, pemindahan ribuan warga binaan dilakukan sekaligus dalam satu hari menggunakan bus khusus dengan pengawalan super ketat.
Ia menambahkan ruang lapas baru di Sengeti memiliki kapasitas untuk 952 orang, atau dua kali lipat dari bangunan lama (400).
"Data hari ini jumlah warga binaan dan tahanan di Lapas Kelas II A Jambi tercatat 1.563 orang. Nanti kita angkut bertahap menggunakan 10 bus, selesai dalam satu hari. Untuk barang-barang warga binaan diangkut terpisah," jelas dia.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.