Jambi (ANTARA) - Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang konsisten digulirkan oleh SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd. kembali memetik respons positif. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat mengaku sangat terbantu dengan adanya Pelatihan Peningkatan Mutu Produk yang digelar secara berkala.

Pelatihan yang telah memasuki tahun ketiga secara berturut-turut ini dinilai menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal dalam menembus pasar yang lebih luas. Melalui pembekalan intensif mengenai standardisasi produk, teknik pengemasan (packaging), higienitas produksi, hingga strategi pemasaran digital, para peserta kini merasa lebih percaya diri untuk bersaing di industri modern.

Salah satu peserta, Bambang Hermono pemilik produk UMKM madu hutan luthfi, yang juga salah satu peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. 

"Kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu oleh komitmen PetroChina Jabung. Lewat pelatihan ini, kami dibimbing langsung oleh para pakar untuk memperbaiki kualitas rasa, mengurus sertifikasi halal, hingga membuat kemasan produk menjadi jauh lebih premium dan bernilai jual tinggi," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Konsistensi program PPM atau CSR (Corporate Social Responsibility) ini juga mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Bupati Tanjab Barat. Pemerintah daerah menilai langkah konkret PetroChina dalam mengawal pertumbuhan ekonomi berskala mikro selama tiga tahun beruntun telah membantu menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja operasional migas Jabung.

Government and Relation Superintendent, Lasno mengatakan bahwa PetroChina International Jabung Ltd. hadir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat bukan hanya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang hanya fokus di sektor hulu minyak dan gas bumi.

"Sebagai KKKS, kami memiliki komitmen moral dan tanggung jawab sosial yang kuat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasi kami. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) khususnya pada pilar ekonomi, kami percaya bahwa investasi sosial terbaik adalah investasi yang mampu membangun kapasitas manusianya, agar tercipta kemandirian yang berkelanjutan," ucapnya.

Ia menyebutkan sinergi hari ini bukanlah sebuah program instan yang berdiri sendiri. Agenda hari ini adalah buah dari konsistensi  dan kontribusi PetroChina kepada masyarakat kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menegaskan bahwa pada program-program sebelumnya yang telah berjalan selama 3 tahun berturut-turut, kolaborasi antara PetroChina dan Diskopperindag telah berhasil melahirkan dan menetaskan UMKM-UMKM tangguh yang memiliki produk berkualitas tinggi serta berdaya saing di pasar.

"Keberhasilan puluhan UMKM terdahulu dicapai karena mereka ditempa melalui rangkaian pembinaan yang komprehensif, terstruktur, dan tuntas. Mereka tidak hanya diajarkan satu aspek, melainkan diawali dari pelatihan peningkatan mutu produk, dilanjutkan dengan pelatihan dan bantuan desain kemasan, hingga pelatihan pemasaran taktis, termasuk penerapan digital marketing berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI)," ungkapnya. 

Lebih lanjut Lasno memaparkan, status kepesertaan mereka di Fase 1 telah dinyatakan selesai dan bersifat final karena mereka telah mampu berjalan mandiri. Melihat keberhasilan dan dampak nyata dari fondasi yang telah terbentuk selama 3 tahun tersebut, pada tahun ini, PetroChina berkomitmen untuk mereplikasi dan meng-create kembali program yang sukses ini ke dalam Sesi Baru. 

"Sesi baru ini secara khusus menjaring 25 pelaku UMKM baru dengan produk-produk baru yang potensial. Kami sengaja merancang tahapan program yang sama persis, dimulai dari mutu produk hari ini, kemasan, hingga nanti ke digitalisasi marketing, dengan satu target akhir yang jelas, yaitu membawa bapak dan ibu sekalian mencapai titik kemandirian ekonomi," Harapnya. 

Lebih lanjut Lasno mengatakan bahwa PetroChina sangat fokus pada sektor UMKM, Karena kita tahu, sektor ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Intervensi yang kita lakukan melalui pelatihan mutu produk ini tidak hanya akan membawa dampak langsung berupa peningkatan pendapatan bagi masing-masing keluarga pelaku UMKM. Lebih jauh dari itu, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier effect (efek domino) yang luas bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

"Ketika mutu produk bapak-ibu meningkat, permintaan pasar akan naik. Ketika permintaan naik, bapak-ibu akan menyerap bahan baku lokal lebih banyak, melibatkan tetangga dan tenaga kerja sekitar, memutar roda ekonomi di tingkat desa dan kecamatan, hingga akhirnya berkontribusi nyata pada penurunan angka kemiskinan dan penguatan daya saing daerah. Inilah esensi sejati dari pengembangan ekonomi berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama," paparnya. 

Oleh karena itu, kepada 25 peserta baru, kami berpesan: manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, Anggaplah pelatihan 2 hari ini sebagai gerbang awal perjalanan panjang menuju kesuksesan yang lebih besar.

"Mengakhiri sambutan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Tanjung Jabung Barat atas dukungannya yang luar biasa, serta kepada Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memfasilitasi seleksi dan persiapan program kolaboratif ini," tuturnya.

 

Pewarta: Nanang Mairiadi dan Eko Siswono
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026