Kota Jambi (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi melarang keluarga melakukan penjemputan jamaah ke Asrama Haji Kota Jambi guna mencegah kerumunan dan menghindari kesulitan pendataan menjelang pemulangan ke daerah asal.
Kebijakan itu diambil mengingat kompleksitas fase pemulangan yang dinilai lebih rumit dibandingkan tahap keberangkatan.
"Pengulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," jelas Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi Wahyudi Abdul Wahab dalam rapat persiapan pemulangan jamaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi, Kota Jambi, Selasa.
Ia mengatakan, tantangan utama dalam pemulangan adalah kondisi psikologis jamaah serta tingginya antusiasme keluarga.
Hal itu berkaca pada pengalaman sebelumnya di mana terdapat jamaah langsung dibawa pulang oleh keluarganya secara mandiri, sehingga menyulitkan pendataan petugas saat bus akan diberangkatkan ke kabupaten dan kota.
Untuk mengantisipasi kerumunan, PPIH akan menutup total akses menuju komplek Asrama Haji guna memastikan situasi tetap kondusif.
Selain pengaturan alur masuk, perhatian khusus juga diberikan pada pengelolaan bagasi jamaah. Tas bagasi baru akan diserahkan kepada pihak kabupaten dan kota dua jam setelah jamaah meninggalkan asrama untuk menghindari kericuhan dan risiko barang tertukar antardaerah.
Panitia menekankan pentingnya menjaga agar jangan sampai tas jamaah dari satu kabupaten terbawa ke kabupaten lain yang jaraknya berjauhan.
Lalu, apabila terdapat jamaah yang perlu diobservasi atau dirujuk ke rumah sakit, koordinasi akan dilakukan secara terpusat melalui tim medis Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), agar informasi yang sampai ke keluarga tetap satu pintu dan tidak memicu kepanikan.
Terakhir, menurut Wahyudi seluruh prosesi penerimaan di asrama akan dilakukan secara efisien sebelum jemaah diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.
Panitia berharap suasana penerimaan tetap tenang agar jemaah tidak merasa lelah atau emosional setelah perjalanan panjang.
"Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada semacam persoalan-persoalan," tutupnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.