Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi membantah isu yang menyebut pengadaan kamera pengawas (CCTV) di tingkat Rukun Tetangga (RT) dalam Program Kampung Bahagia hanya melibatkan satu vendor tertentu.
"Kami hanya bertugas menetapkan spesifikasi teknis CCTV agar perangkat yang dipasang dapat terintegrasi dengan sistem Jambi City Operation Center (JCOC) yang beroperasi selama 24 jam," kata Kepala Diskominfo Kota Jambi Saleh Ridha di Jambi, Selasa.
Pemerintah kota setempat menegaskan pengadaan perangkat tersebut menjadi kewenangan penuh Kelompok Kerja (Pokja) di masing-masing RT sesuai hasil musyawarah warga.
Menurut dia, penetapan spesifikasi oleh OPD teknis merupakan hal yang lazim dilakukan dalam pelaksanaan program pemerintah.
Mekanisme tersebut juga diterapkan pada berbagai kegiatan lain agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan kebutuhan yang telah ditetapkan.
Saleh menegaskan pemerintah tidak pernah menunjuk ataupun mewajibkan Pokja RT membeli CCTV dari vendor tertentu.
Pokja diberikan keleluasaan untuk memilih penyedia dengan harga yang kompetitif selama memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan dan dapat terhubung dengan sistem JCOC.
"Sekitar delapan vendor yang telah memenuhi spesifikasi teknis saat ini yang ditetapkan Diskominfo dan dapat menjadi pilihan bagi Pokja RT dalam melakukan pengadaan," katanya.
Program pemasangan CCTV tersebut merupakan bagian dari Program Kampung Bahagia yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza.
Tahun ini, kata Saleh, sekitar 1.600 unit CCTV ditargetkan terpasang di seluruh RT se-Kota Jambi dan terintegrasi dengan JCOC.
"Kami berharap pemantauan keamanan lingkungan dapat dilakukan secara nyata oleh pemerintah, aparat penegak hukum, ketua RT, dan masyarakat sehingga mampu meningkatkan keamanan serta kenyamanan warga di Kota Jambi," kata dia.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli AndaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.