Kota Jambi (ANTARA) - Wakil Gubernur (Jambi) Abdullah Sani mendorong Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) memperkuat riset untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta mampu mengubah potensi sumber daya daerah menjadi produk bernilai melalui Teknologi Tepat Guna (TTG).

Pernyataan tersebut diutarakan saat menghadiri wisuda sarjana kesepuluh Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (Stiteknas) Jambi Tahun 2026 di Kota Jambi, Rabu.

"Untuk itu, pemerintah sangat mengapresiasi keberhasilan Stiteknas Jambi. Provinsi Jambi dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, energi, logistik, dan industri pengolahan," kata Abdullah Sani.

 

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa tantangan ke depan bukan sekadar memanfaatkan potensi sebagai bahan mentah, melainkan bagaimana mengolah menjadi produk yang memberi manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah, melalui sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengembangkan potensi tersebut.

Untuk itu, dia mendorong Stiteknas memperkuat budaya riset dan menghasilkan teknologi tepat guna mulai dari peningkatan efisiensi UMKM, pengelolaan limbah industri hingga pengembangan energi terbarukan.

Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sangat terbuka memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, selama sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Mengingat pembangunan Jambi membutuhkan sinergi lintas sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan teknologi, termasuk dukungan bagi UMKM.

"Diharapkan program peningkatan kompetensi bagi lulusan tidak berhenti pada wisuda, melainkan terus berlanjut untuk memperkuat daya saing dan penempatan kerja," ujarnya.

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Jambi Prof Sutrisno menyampaikan wisuda tahun ini sangat istimewa, karena menandai beberapa capaian penting institusi dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat hubungan dengan dunia industri.

Menurutnya, wisuda merupakan momen pertama bagi lulusan yang diterima melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

 

 

Program itu merupakan akselerasi proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan sektor kerja dan menjadi kontribusi nyata terhadap cita-cita transformasi merdeka belajar menuju ekosistem kampus yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Pada periode wisuda X, Stiteknas Jambi mewisuda sebanyak 100 orang, wisudawan program studi teknik mesin sebanyak 79 mahasiswa dan program studi teknik industri 21 mahasiswa.

"Berdasarkan hasil penelusuran studi, sebanyak 86 persen lulusan mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan, 14 persen lebih dari enam bulan atau bahkan tidak mencari kerja, karena telah memiliki usaha sendiri, sebagai bentuk kewirausahaan," katanya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026