Jambi (ANTARA) - Sebanyak 50 pelaku UMKM di Provinsi Jambi mengikuti pelatihan pembuatan kue bolu yang menggunakan bahan dasar dari sari pati sawit yang bisa meningkatkan nilai ekonomis tinggi.

"Kami dari Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menggelar pelatihan produksi bolu dan aneka penganan berbahan dasar sawit," kata Pimpinan EMG Abdul Aziz, di Jambi Rabu.

Kegiatan ini jadi pelatihan pertama di Kota Jambi setelah sukses digelar di Kabupaten Bungo, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang.

Sebanyak 50 pelaku UMKM sawit Jambi dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi belajar langsung mengolah sari pati sawit menjadi bolu sawit bernilai ekonomi tinggi.

Mengusung tema “Tumbuhkan Inovasi Baru, Ciptakan Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit sebagai Peluang Baru UMKM”, pelatihan EMG BPDP ini menghadirkan Iin Arlina (55), pelopor pangan sawit asal Muaro Bungo.

Iin menceritakan, bolu sawit lahir dari keresahan karena Bungo belum punya penganan khas. Inspirasi datang saat melihat ayam di kebunnya memakan brondolan sawit dan tumbuh sehat.

"Jika sawit dapat dikonsumsi hewan, mungkinkah juga diolah menjadi makanan bernilai bagi manusia," katanya.

Setelah riset panjang dan beberapa kali terluka duri sawit, Iin berhasil membuat bolu sawit dengan 30-40 persen sari pati sawit. Kini produk UMKM sawit Jambi ini jadi oleh-oleh khas Muaro Bungo.

Ia juga mengembangkan keripik, kue kering, selai, rendang, hingga dodol dari bahan sari pati sawit adalah cairan kental jingga dari ekstraksi daging buah sawit tanpa rafinasi panjang.

Bahannya memberi warna kuning alami, kaya pro-vitamin A, vitamin E, membuat bolu sawit lebih lembut dan tahan hingga enam bulan.

“Saya ingin semakin banyak masyarakat mengolah sawit jadi produk bernilai tambah agar pendapatan petani naik,” katanya.

Abdul Aziz menyebut pelatihan EMG BPDP ini untuk melawan stigma negatif sawit dengan mengutip penelitian Robert Hanson (1999), tiap hektare kebun sawit serap 64,5 ton karbon dan hasilkan 18,7 ton oksigen per tahun, lebih tinggi dari hutan alam. Dari akar sampai daun, sawit punya nilai ekonomi tinggi.

Kepala Divisi Kerja Sama UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan BPDP dorong hilirisasi lewat riset dan tidak boleh berhenti narasi. Manfaat sawit harus dirasakan semua kalangan.



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026