Jambi (ANTARA) - Kepolisian daerah (Polda) Jambi siap memperkuat sinergisitas dengan berbagai pihak, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau mendatang.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tersebut akan melanda wilayah Provinsi Jambi.
"Kami kepolisian siap mendukung dan bersinergi dalam mencegah Karhutla di Provinsi Jambi dengan mengerahkan personel di masing-masing satuan," kata Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Sriegar di Jambi Rabu.
Hal disampaikan Kapolda usai menghadiri apel siaga darurat bencana Karhutla Provinsi Jambi 2026 di Lapangan Makorem 042/Garuda Putih.
Kapolda menyampaikan bahwa jajarannya siap mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui sinergisitas lintas sektor serta langkah-langkah preventif di lapangan.
Polda Jambi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mengantisipasi serta menangani potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” katanya.
Apel siaga darurat bencana dipimpin langsung Gubernur Jambi Al Haris, dan dihadiri unsur Forkopimda serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanggulangan bencana Karhutla.
Dalam amanahnya Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman serius yang dapat menimbulkan dampak luas.
Dampaknya mulai dari kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerugian ekonomi yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, kata Al Haris, Provinsi Jambi diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih panas dan kering pada 2026 dengan pengaruh fenomena El-Nino.
Sebagian besar wilayah Jambi telah memasuki awal musim kemarau pada Juni ini, sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab pelaksanaan Satgas Siaga Darurat Bencana Karhutla kepada Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin selaku pelaksana harian Komandan Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi 2026 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jambi.
Apel siaga yang diikuti personel gabungan yang terdiri atas TNI, Brimob Polda Jambi, Ditpolairud Polda Jambi, Ditsamapta Polda Jambi, Reskrimum Polda Jambi, Satpol PP, Basarnas, Manggala Agni, hingga Dinas Pemadam Kebakaran.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.