Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Proses pencarian terhadap Alaka Dwi Pranata berusia enam tahun yang dilaporkan hilang di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi masih terus dilakukan.
Anak tersebut dinyatakan hilang pada Rabu pagi, berbagai upaya dilakukan keluarga, warga dan pihak kepolisian untuk menemukan anak pasangan Herman dan Fadhillah Sandi tersebut.
Namun sampai saat ini, belum ada kabar maupun petunjuk pasti terkait keberadaan anak itu. Dapat diketahui Alaka terakhir kali diketahui berada di rumahnya sekitar pukul 09.00 WIB ketika sang ibu hendak menjemput anaknya yang lain pulang sekolah.
"Saat itu, Alaka sempat diajak ikut menjemput kakaknya, tetapi memilih tetap berada di rumah,"kata Ibu Alaka Dwi Pranata Fadhilla Sandi.
Sekitar 30 menit kemudian, ibu anak tersebut kembali ke rumah dan mendapati putranya sudah tidak ada. Kakak Alaka yang baru pulang langsung mencari ke dalam kamar, namun hanya menemukan barang-barang milik korban masih berada di rumah.
“Saya lari ke dapur dan pintu dapur sudah terbuka. Sampai sekarang kami belum tahu dia pergi ke mana,” kata Fadhillah.
Kondisi rumah yang berada di area permukiman dengan bagian belakang berbatasan langsung dengan perkebunan karet membuat pencarian dilakukan di banyak titik. Warga menyisir kawasan sekitar rumah, kebun, hingga lokasi-lokasi yang dianggap memungkinkan dilalui korban.
Salah satu warga setempat Asep Irawan juga ikut melakukan pencarian bersama ratusan warga turun membantu sejak hari pertama.
“Sekitar 200 warga ikut mencari sampai tengah malam. Kebun, hutan, area sekolah, rawa dan kolam sudah disisir,” ujarnya.
Keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Pemeriksaan sejumlah kamera pengawas di sekitar lokasi telah dilakukan, namun belum memberikan petunjuk mengenai keberadaan Alaka.
Keluarga berharap Alaka segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama orang tuanya. Sementara pencarian masih berlanjut dengan melibatkan warga dan pihak terkait.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.