Merangin, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Merangin berkomitmen penuh mendukung sektor kesehatan salah satunya melalui program pos pelayanan terpadu (posyandu).

Dukungan itu dikuatkan oleh pergeseran arah dunia kesehatan melalui transformasi layanan utama (primer) yang kini berfokus pada pelayanan berkualitas dan bersifat pencegahan (preventif).

"Melalui transformasi ini, fokus kita adalah deteksi dini potensi penyakit sejak awal melalui pustu dan posyandu terdekat, jadi jangan menunggu sakit baru berobat," kata Staf Ahli III Setda Merangin, Hendri Widodo di Merangin, Kamis.

Ia menyampaikan berdasarkan regulasi terbaru, posyandu kini resmi memperkuat posisinya sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

Salah satu dukungan yang dilakukan adalah terus mengalokasikan anggaran daerah untuk program jaminan kesehatan daerah guna memastikan puluhan ribu warga kurang mampu mendapatkan akses pengobatan gratis.

Untuk itu, Hendri meminta tim pembina posyandu tingkat kabupaten dan kecamatan segera melakukan pemetaan intensif agar implementasi transformasi ini merata.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membudayakan tujuh pilar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), seperti rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi pangan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan cek kesehatan minimal satu tahun sekali.

Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Lavita Syukur menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dan pemangku kebijakan mengenai fungsi posyandu.

Lavita menjelaskan bahwa layanan posyandu saat ini mencakup seluruh fase kehidupan manusia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia).

Selain itu, posyandu kini memegang mandat penting dalam mengimplementasikan enam standar pelayanan minimal (SPM) di tingkat desa, yang meliputi unsur kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Ia juga meminta kepada para camat dan kepala desa untuk mengawal program ini secara serius, termasuk mengalokasikan dana desa secara bijak dan optimal demi mendukung operasional posyandu, pengadaan alat kesehatan standar, serta pemberian insentif yang layak bagi para kader.

"Buang jauh-jauh pemikiran bahwa posyandu hanya tempat imunisasi, mengukur tinggi badan, atau sekadar membagikan kacang hijau. Posyandu kini telah menjadi pusat integrasi layanan sosial dasar terpadu berbasis siklus hidup," tegas dia.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026