Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi terus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual (KI) terhadap potensi unggulan daerah dengan mendorong pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Anyaman Purun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal yang dimiliki daerah ini khusus Anyaman Purun yang selama ini dikenal sebagai kerajinan tradisional khas masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat," kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jambi Diana Yuli Astuti di Jambi, Jumat.

Ia menjelaskan, langkah inventarisasi tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Jambi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pertemuan itu membahas terkait potensi Indikasi Geografis Anyaman Purun serta penguatan kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bram Itam Kiri.

Menurut dia, pihaknya juga membahas karakteristik, keunikan, reputasi, serta keterkaitan Anyaman Purun dengan kondisi geografis Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan hasil identifikasi, produk kerajinan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki ciri khas yang membedakan dari produk serupa di daerah lain.

Hal itu menjadi dasar penting untuk mendorong perlindungan hukum melalui skema Indikasi Geografis.

Tim kemudian meninjau langsung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih Bram Itam Kiri di Sungai Saren untuk melihat potensi usaha yang dikembangkan masyarakat.

Kunjungan itu difokuskan pada pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan pemasaran, serta pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai instrumen pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami memberikan pendampingan dan memfasilitasi proses pendaftaran Merek Kolektif sebagai identitas bersama produk yang dihasilkan anggota koperasi," kata dia.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan hukum, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta mendorong daya saing usaha masyarakat di pasar yang lebih luas.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026