Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Provinsi Jambi mendampingi petani melaksanakan program gerakan tanam padi serentak di Indonesia.
"Kita bersama petani ikut berpartisipasi mengikuti program nasional tanam padi serentak, seluruh Indonesia ada 52 ribu hektare," kata Kepala Bidang Penyuluh Dinas TPH Kabupaten Tanjab Timur Ediyal di Muara Sabak, Jumat.
Ia menjelaskan penanaman serentak itu dilakukan dengan sistem tabur benih langsung (Tabela), di lahan seluas satu hektare. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh koordinator penyuluhan dari Kementan, pihak kelurahan dan kecamatan, termasuk Brigade Pangan Merah Putih.
Dalam program itu, Kelompok Tani Mekar Sari, Kelurahan Parit Culum Dua, Kecamatan Muara Sabak Barat menjadi lokasi kegiatan tanam serentak, dengan menggunakan benih jenis (varietas) Inpari 32 bantuan Kementerian Pertanian (Kementan).
Ediyal menambahkan, varietas Inpari 32 menjadi benih yang cukup diminati oleh petani di Tanjab Timur, mengingat benih jenis itu cukup tahan terhadap serangan hama, sehingga hasil panen bisa maksimal.
Berdasarkan perkiraan, jenis padi tersebut mampu menghasilkan minimal lima ton Gabah Kering Panen (GKP) dalam satu hektare.
Tahun 2026, Kementan setidaknya telah mengucurkan bantuan benih jenis Inpari 32 sebanyak 104.225 kilogram, untuk 3.371 hektare lahan padi. Dengan perkiraan mampu menghasilkan panen sebanyak 23.597 ton GKP.
Lanjut dia, dalam menghadapi ancaman musim kemarau, petani di Tanjab Timur telah dibekali mesin pompa guna mengatasi musim kemarau.
Kebutuhan air di lahan pertanian bisa dipenuhi oleh petani melalui sumur dan sungai alam maupun irigasi sekunder yang telah dibangun pemerintah.
"Ditargetkan pertengahan September panen akan berlangsung, mudah-mudahan cuaca mendukung, kita juga sediakan pompa," jelasnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.