Sarolangun, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi menyalurkan bantuan beras cadangan pemerintah (BCP) 10,1 ton untuk korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Bathin VIII, Mandiangin, dan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

"Beras ini kita berikan memang ada usulan dari bupati pada pemerintah provinsi, prosesnya baru bisa kita kirim ke seluruh wilayah," kata Gubernur Jambi Al Haris di Sarolangun, Sabtu.

Dirinya menjelaskan usulan bantuan disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun pada Mei lalu, setelah peristiwa banjir dan longsor itu.

Penyerahan dilakukan dalam rangka percepatan penanganan dampak bencana yang melanda tiga kecamatan di kabupaten tersebut.

Ia mengatakan fungsi beras cadangan pemerintah tidak terbatas untuk bencana alam, namun bisa dimanfaatkan untuk hal lain, seperti menekan gejolak harga dan diserahkan kepada masyarakat di wilayah rawan pangan.

Dari 36 ton total cadangan yang tersedia, pemerintah provinsi berencana mengirim bantuan beras ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, masing-masing 10 ton. Bantuan itu, untuk masyarakat tertimpa banjir Sumatra yang melanda tiga provinsi, beberapa waktu lalu.

"Mohon maaf manakala pengiriman agak terlambat, karena prosesnya di kita, ada dulu, biar lebih aman," katanya.

Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas bantuan logistik 10.189 kilogram yang diserahkan untuk korban banjir di daerah itu.

Bantuan itu, katanya, wujud kepedulian dan amanah pemerintah provinsi kepada enam ribu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sarolangun.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Bapak Gubernur serta jajaran ini akan meringankan beban sekitar 6.000 jiwa yang saat ini menerima distribusi," kata dia.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026