Jambi (ANTARA) - Tim SAR gabungan bersama penyelam tradisional berhasil menemukan jasad seorang bocah yang tenggelam di Sungai Batanghari dalam kondisi meninggal dunia, Rabu pagi.

"Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap bocah tujuh tahun yang tenggelam di Sungai Batanghari akhirnya membuahkan hasil dimana korban ditemukan tim penyelam di dasar sungai," kata Juru Bicara Basarnas Jambi M Luthfi di Jambi Rabu.

Korban bernama Muhammad Fajar Setiawan, warga Desa Teluk Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/6) sore, saat korban bersama temannya mencuci tangan di pinggir Sungai Batanghari. Nahas korban tiba-tiba terjatuh dan langsung terseret arus sungai.

Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian mandiri. Namun, korban tidak ditemukan sehingga kejadian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Jambi.

Setelah menerima laporan warga, Basarnas Jambi langsung menerjunkan tim rescue ke lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 31 kilometer dari kantor SAR setempat.

Upaya pencarian yang dimulai sejak malam hari di bawah kondisi cuaca berawan membuahkan hasil pada Rabu, pukul 06.20 WIB. Tim SAR gabungan menemukan posisi korban kurang lebih 10 meter dari lokasi kejadian.

Jasad korban dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan yang bergerak cepat di lapangan, yakni Tim Rescue Basarnas Jambi, Polairud Polda Jambi, TNI AL, Koramil 415-13/Sebapo, bhabinkamtibmas dan masyarakat serta keluarga korban.

Dalam proses pencarian, tim mengoptimalkan berbagai alat utama dan peralatan SAR seperti rescue car, LCR Kantor SAR Jambi, kapal patroli AL, LCR Polair serta peralatan evakuasi dan komunikasi pendukung lainnya.

Setelah proses evakuasi selesai dan dilakukan evaluasi pasca-operasi oleh seluruh unsur, operasi SAR ditutup. Seluruh personel dan unsur yang terlibat kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Basarnas Jambi mengimbau orang tua dan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. Arus Sungai Batanghari dikenal deras dan berbahaya terutama bagi anak-anak.

"Kami turut berduka cita yang mendalam untuk keluarga Muhammad Fajar Setiawan semoga almarhum husnulkhatimah," kata M Luthfi.

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026