Kota Jambi (ANTARA) - Ratusan warga dari aliansi masyarakat Jambi mendatangi kantor DPRD provinsi setempat meminta pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dihentikan.

"Kami minta supaya MBG jangan ditutup, supaya anak kita bisa makan MBG, jangan ditutup, tapi para koruptornya yang ditangkap," kata Dewi, salah satu peserta unjuk rasa, Jumat.

Menurutnya, dengan adanya program MBG ini ibu-ibu rumah tangga bisa berhemat memberikan uang makan kepada anak-anak mereka.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa yang rata-rata kaum perempuan, meminta perbaikan program makan bergizi, mulai dari tata kelola, pengawasan dan kualitas makanan.

Selain itu, penunjuk rasa meminta dewan perwakilan rakyat untuk turun langsung memantau pelaksanaan di lapangan, mendengar manfaat yang dirasakan anak-anak dan keluarga.

Serta melibatkan perwakilan masyarakat dalam pengawasan agar program berjalan bersih dan tepat sasaran, agar makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.

Dalam aksi itu, masa disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata dihadapan masa, ia menilai aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa merupakan bentuk aspirasi dan kepedulian masyarakat terhadap masa depan anak-anak Jambi.

Untuk itu, ia menilai gerakan hari ini sebagai gerakan bersama, sehingga benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima manfaat.

Dalam aksi damai ini, pihak kepolisian menerjunkan 473 personel gabungan dari Polda dan Polresta untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

"Untuk hari ini, kita menyiapkan personel untuk pengamanan sejumlah 473 personel," kata Kabag Ops Polresta Jambi Kompol Yumika Putra.

 

 



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026