Sarolangun, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Jambi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk terus inovatif dan adaptif dengan pola perubahan perdagangan yang serba digital saat ini.
"Peningkatan kapasitas, penerapan sistem digitalisasi, akses pemasaran dan pembiayaan menjadi kunci utama agar UMKM dapat tumbuh dan naik kelas di Kabupaten Sarolangun," kata Bupati Sarolangun Hurmin, di Sarolangun, Rabu.
Menurut dia, UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan hingga ke desa-desa.
Selain itu, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional maupun daerah.
Oleh karena itu, di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan perubahan pola perdagangan yang semakin digital, pelaku usaha harus mampu tampil kompetitif.
“Pemkab Sarolangun menghadirkan program UMKM Maju yang selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun 2025–2030. Ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong transformasi dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah,” tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sarolangun pada 2026, tercatat ada 3.946 unit UMKM di daerah itu.
Namun dari jumlah tersebut, baru 2.687 UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 1.330 memiliki sertifikat halal, dan 186 yang sudah diterbitkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT)-nya.
Hurmin menjelaskan, melalui program UMKM Maju, pemerintah daerah fokus pada empat agenda strategis. Pertama, peningkatan kapasitas dan kualitas SDM pelaku UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, pengemasan produk, serta peningkatan kualitas produksi.
Kedua, perluasan akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk mempermudah akses modal usaha, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai skema pembiayaan produktif lainnya.
Ketiga, percepatan digitalisasi UMKM dalam rangka mendorong semakin banyak pelaku usaha di Sarolangun yang memanfaatkan teknologi digital, menggunakan transaksi nontunai, serta memasarkan produknya melalui media sosial dan platform digital lainnya.
"Dengan berbasis digital, produk UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Strategi keempat adalah mendorong penguatan akses pasar dan promosi skala lokal, regional, maupun nasional.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus mendorong penggunaan produk lokal dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat, serta memfasilitasi promosi produk unggulan daerah melalui pameran, festival, dan berbagai ajang ekonomi kreatif.
“Tentunya penguatan kemitraan juga penting. Kita membuka ruang yang seluas-luasnya bagi dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membina dan mendampingi UMKM agar semakin berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Diskopindag Sarolangun Bustra Desman menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha.
Melihat kondisi kapasitas dan legalitas UMKM yang ada saat ini, Diskopindag memandang pemerintah perlu hadir dengan program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, tambah dia, peluncuran program UMKM Maju Sarolangun 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro melalui pembinaan, fasilitasi perizinan, peningkatan kapasitas usaha, akses pemasaran, dan penguatan kelembagaan usaha.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.