Jambi (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggandeng Polri untuk mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Jambi.

Langkah itu guna memastikan distribusi energi subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

"Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengecekan lapangan bersama Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Batanghari di sejumlah SPBU di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi dalam keterangan resmi yang diterima di Jambi, Jumat.

Sejumlah SPBU di Kabupaten Batang Hari yang diperiksa oleh tim gabungan tersebut meliputi SPBU 24.366.72, SPBU 24.366.45 dan SPBU 24.366.17.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pertamina dan aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban serta memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan peruntukannya.

“Pertamina terus berkomitmen memastikan penyaluran BBM subsidi, khususnya Biosolar, dapat diterima oleh konsumen yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku," kayanya.

Salah satu langkah, melalui sinergi dengan Polres Batanghari melakukan pengawasan langsung di lapangan guna meningkatkan kepatuhan dan mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi.

Pengawasan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan Biosolar di sejumlah SPBU.

"Tim gabungan melakukan pengecekan kesesuaian kode batang (barcode) Subsidi Tepat, nomor polisi kendaraan, serta memeriksa beberapa kendaraan yang terindikasi tidak memenuhi standar atau tidak sesuai dengan ketentuan penerima BBM bersubsidi," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan edukasi kepada para pengemudi mengenai ketentuan penggunaan BBM bersubsidi.

Terhadap kendaraan yang terindikasi tidak sesuai ketentuan, petugas mengarahkan pengemudi kendaraan tersebut untuk tidak melakukan pengisian Biosolar bersubsidi.

Namun diarahkan menggunakan produk BBM yang sesuai dengan peruntukannya.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dari pengelola SPBU dan masyarakat terkait meningkatnya kepadatan antrean Biosolar di wilayah Kabupaten Batang Hari.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan SPBU maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Rusminto menambahkan bahwa pengawasan bersama ini terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban penyaluran energi bersubsidi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami kriteria penerima BBM subsidi serta turut mendukung penyaluran yang tepat sasaran. Dengan demikian, pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih tertib, lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak,” katanya.

 

 

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026