Kota Jambi (ANTARA) - Tim gabungan di Jambi telah mendirikan 81 posko guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lawan (karhutla) di kawasan rawan, yang akan ditempati lintas sektor, mulai dari personel TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Kami membuat 81 posko tersebar di seluruh wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah di Jambi, Jumat.

Bachyuni menjelaskan kehadiran posko itu memiliki fungsi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam melaporkan temuan titik api di lapangan.

Setiap posko diperkuat 10 personel berikut perlengkapannya.

Nantinya, kata dia, petugas posko itu akan membuat laporan berjenjang, ke posko induk yang ada di Korem 042/ Garuda Putih dan posko udara di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pada awal Juli tahun ini, lanjut dia, merupakan puncak kemarau disertai menguatnya fenomena El Nino, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, termasuk di Provinsi Jambi. Kemarau diperkirakan bertahan hingga akhir September mendatang.

BPBD Provinsi Jambi mencatat total hotspot (titik panas) berdasarkan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP, per tanggal 1 Januari hingga 29 Juni 2026 berjumlah 1463 titik.

Dari jumlah tersebut, terbanyak berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan sebaran mencapai 451 titik titik api dan Muaro Jambi sebanyak 339 titik.

Kemudian, Kabupaten Sarolangun sebanyak 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh satu titik.

Hingga semester pertama tahun 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi mencapai 137,72 hektare dengan rincian Kabupaten Batang Hari 36,42 hektare, Muaro Jambi 1,70 hektare, Tebo 2,50 hektare, Sarolangun 44,90 hektare, Tanjabtim 18,80 hektare, Tanjabbar 33,40 hektare.

"Kondisi Ini diperkirakan akan berlangsung pada Juli sampai akhir September, bahkan Oktober 2026," kata Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026