Kota Jambi (ANTARA) - Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Provinsi Jambi mengajak masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri untuk mendaftar melalui jalur resmi.

Langkah itu guna memperoleh perlindungan hukum dan menghindari praktik penempatan ilegal serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kata Koordinator P4MI Jambi Deliyus Eka Saputra di Jambi, Selasa.

Ia menyebutkan, masyarakat yang ingin ikut mendaftar sebagai calon pekerja migran bisa melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) atau dinas tenaga kerja (disnaker) di tingkat kabupaten dan kota.

Setelah proses pendaftaran, calon pekerja akan mengikuti seleksi oleh perusahaan penempatan sesuai dengan kebutuhan.

Deliyus mengatakan, berdasarkan data P4MI Jambi, hingga saat ini sebanyak 71 pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut telah diberangkatkan secara resmi ke berbagai negara.

Jumlah tersebut belum termasuk peserta program government to government (G to G) Jepang dan program SMK Go Global. Namun untuk penempatan ke Arab Saudi hingga saat ini belum ada, ujarnya.

"Sebanyak 90 persen pekerja migran asal Jambi ditempatkan di Jepang pada perusahaan berbadan hukum di sektor pertanian, elektronik, peternakan, dan berbagai sektor lainnya," katanya.

Pihaknya menargetkan lebih dari 200 pekerja migran asal Jambi dapat diberangkatkan sepanjang 2026. 

Upaya mencapai target tersebut dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama di Kota Jambi yang menjadi daerah asal pekerja migran terbanyak.

Selain itu, kata dia, P4MI juga mulai menjalankan program SMK Go Global yang difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). 

Program itu telah diikuti oleh 37 peserta dengan komposisi 60 persen lulusan SMK dan 40 persen masyarakat umum.

"Peserta mendapatkan pelatihan kompetensi dan bahasa selama dua hingga enam bulan sebelum diberangkatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan di luar negeri,"katanya.

 



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026