Kota Jambi (ANTARA) - Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Jambi mendorong lulusan SMK memanfaatkan program SMK Go Global sebagai peluang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi yang difasilitasi pemerintah.
Koordinator P4MI Jambi Deliyus Eka Saputra di Jambi, Rabu, mengatakan program SMK Go Global difasilitasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Program SMK Go Global merupakan inisiatif strategis arahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menekan angka pengangguran dari kalangan lulusan SMK.
Ia mengatakan seluruh peserta akan menjalani proses seleksi sebelum mengikuti pelatihan dan dipersiapkan untuk penempatan di negara tujuan.
"Peserta akan dibekali pelatihan keterampilan teknis dan pelatihan bahasa asing," katanya.
Penempatan kerja difokuskan pada sektor yang membutuhkan tenaga terampil, seperti perawat dan berbagai bidang keahlian di Jepang serta beberapa negara tujuan.
Program SMK Go Global mulai dijalankan pada tahun ini, telah diikuti 37 peserta dengan komposisi 60 persen lulusan SMK dan 40 persen masyarakat umum.
Pihaknya terus melaksanakan sosialisasi secara rutin ke berbagai SMK di Provinsi Jambi terkait dengan program tersebut.
Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman mengenai peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi sekaligus mengenalkan program SMK Go Global kepada para siswa.
"Salah satu tantangan dalam pelaksanaan program adalah masih adanya keraguan sebagian orang tua untuk memberikan izin kepada anaknya bekerja di luar negeri," kata dia.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat Jambi yang berminat bekerja di luar negeri agar mendaftarkan diri melalui P4MI Jambi atau Dinas Tenaga Kerja kabupaten dan kota setempat.
"Calon pekerja migran dengan menggunakan jalur resmi dapat terhindar dari praktik penempatan ilegal maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta memperoleh perlindungan sejak proses rekrutmen hingga bekerja di negara tujuan," demikian Deliyus.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli AndaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.