Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menambah personel polisi kehutanan (polhut) sudah tepat karena untuk mencegah aksi perambahan kawasan hutan di wilayahnya.
"Saya setuju kebijakan Presiden menambah personel polisi kehutanan dari lima ribu menjadi 70 ribu orang, tetapi tolong beri daerah kewenangan juga," kata Al Haris di Kota Jambi, Rabu.
Dia menjelaskan kewenangan tersebut yaitu sudah saatnya pemerintah pusat mengembalikan fungsi polisi kehutanan ke masing-masing daerah.
Tujuannya menurut dia, agar daerah dapat memaksimalkan peran penjaga kawasan hutan, mengawasi aksi perambahan oleh oknum masyarakat karena setelah pengambilalihan polisi kehutanan, daerah kesulitan melakukan aksi pencegahan.
"Dulu ketika ada warga yang melakukan perambahan hutan bisa langsung dirazia, sekarang tidak bisa lagi, bahkan banyak tanah kita, hutan lindung yang dikuasi masyarakat tidak bisa ditindak," ujarnya.
Al Haris mengatakan sebelum pengambilalihan polisi kehutanan, pemerintah daerah ketika menerima laporan kegiatan perambahan, bisa langsung bergerak cepat menindak tanpa harus menunggu arahan dari pusat. Namun menurut dia, setelah pengambilalihan polhut, pemda tidak bisa menindak akibat keterbatasan wewenang.
Sebelumnya, utusan khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menilai pengamanan kawasan hutan melalui penambahan personel polisi kehutanan dapat mendukung berbagai program kehutanan berkelanjutan.
“Penambahan personel diharapkan mampu meningkatkan pengawasan kawasan hutan sekaligus mendukung berbagai program kehutanan berkelanjutan yang tengah dijalankan pemerintah,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi langkah Kemenhut dalam memperkuat pengamanan kawasan hutan melalui penambahan personel polhut.
Menurut Hashim, kebijakan penambahan jumlah polhut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto menjaga hutan Indonesia sebagai aset strategis nasional.
Ia mengatakan pemerintah telah menetapkan target besar untuk memperkuat kapasitas polisi kehutanan dari sekitar 5.000 personel menjadi 70.000 personel secara bertahap.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.