Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi bekerja sama dengan TVRI Jambi memanfaatkan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 sebagai upaya memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Saleh Ridha di Jambi, Kamis, mengatakan nobar tersebut terbuka untuk umum dan dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Tugu Keris Siginjai pada 11 hingga 12 Juli 2026 itu juga menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik.
Pihaknya berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Pemerintah Kota Jambi menyediakan lapak bagi pelaku UMKM, terutama sektor kuliner dan produk lokal, agar dapat memanfaatkan peningkatan kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Pertandingan yang akan disiarkan meliputi laga Spanyol melawan Belgia pada Sabtu (11/7) pukul 01.00 WIB, Norwegia menghadapi Inggris pada Minggu (12/7) pukul 03.00 WIB, serta Argentina melawan Swiss pada pukul 07.00 WIB di hari yang sama.
Ia mengatakan masyarakat juga akan disuguhi penampilan grup musik, permainan interaktif, serta pembagian door prize.
Pihaknya telah menjadwalkan pelaksanaan nobar babak semifinal pada 15 hingga 16 Juli 2026 hingga pertandingan final di lokasi yang sama.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran kegiatan," katanya.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan mematuhi rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Tugu Keris Siginjai selama pelaksanaan nobar berlangsung.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya pecinta dan penikmat sepak bola untuk hadir bersama-sama menyemarakkan Pesta Pola 2026," kata Ridho.
Pewarta: Melli AndaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.