Kota Jambi (ANTARA) - Sebanyak 83 titik nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Provinsi Jambi mampu menggerakkan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kepala Stasiun (Kepsta) TVRI Jambi Herly Marjoni di Jambi, Jumat, mengatakan bahwa selama kegiatan nobar angka perputaran ekonomi pelaku UMKM terus bergerak dinamis. Terutama saat pertandingan tim negara unggulan yang selalu dipadati penonton.
"Sudah ada dashboardnya, setiap hari. Kita punya tim yang mendata berapa banyak yang nonton di setiap venue dan berapa perputaran ekonomi yang tumbuh setiap kali nobar. Angkanya sampai miliaran," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil rekapitulasi sampai 10 Juli 2026, terdata 30 lokasi nonton bareng komersil dan 53 non komersil, tersebar di 11 kabupaten/kota.
Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan forum komunikasi pimpinan daerah telah memfasilitasi kegiatan nonton bareng, sesuai arahan pusat melalui surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Nonton bareng ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.
"Mudah-mudahan UMKM kita di Jambi akan hidup dan menerima manfaat dari siaran piala dunia," tambahnya.
Asisten II Bidang Perekonomian Provinsi Jambi Syamsurizal mengatakan menjelang partai semifinal dan final, pihaknya bersama Polda Jambi dan Korem/042 Garuda Putih akan menggelar nonton bareng akbar.
Lokasi nya tersebar di halaman Polda Jambi, Korem dan Kantor Gubernur Jambi, dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.
Khusus nobar yang akan digelar oleh Pemerintah Provinsi Jambi, pihaknya telah menyiapkan dua titik lokasi.
Pertama, untuk partai semifinal dilaksanakan halaman kantor gubernur, sementara itu, partai puncak dan perebutan tempat ke tiga akan dilaksanakan di rumah dinas gubernur.
"Kita siapkan lokasi khusus menggunakan layar lebar (videotron), termasuk tempat untuk pedagang. Yang pasti akan kita libatkan pihak keamanan, dan pengaturan lalulintas dari dinas perhubungan ," jelasnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.