......Pembiayaan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengentaskan kemiskinan jika dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.......

Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyebut kontribusi keuangan syariah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan pembiayaan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengurangi kemiskinan apabila dirancang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pembiayaan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengentaskan kemiskinan jika dirancang sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Dodot, PNM saat ini melayani 16,1 juta nasabah program Mekaar melalui 58 kantor cabang yang tersebar di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan.

Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung dalam program tersebut.

Selain itu, sekitar 72 persen nasabah kini memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan di rumah tangga, sementara 90 persen mengaku merasakan peningkatan kemandirian finansial.

Sejak 2017, program Mekaar juga disebut telah berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun serta mendorong ekspor pengusaha binaan yang nilainya melampaui 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam paparannya, Dodot menilai keunggulan model pembiayaan PNM terletak pada penerapan social collateral, yakni sistem tanggung renteng antarkelompok perempuan yang saling menjamin tanpa mengandalkan agunan fisik, model tersebut dinilai sejalan dengan prinsip keuangan syariah.

Dia menyatakan, 16 juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan, mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah," katanya saat memperkenalkan model pembiayaan syariah ultra mikro Indonesia dalam ajang Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta.

Forum itu dihadiri delegasi dari sembilan negara anggota Developing Eight (D-8), yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, serta Indonesia.

Dodot menegaskan PNM hadir di forum internasional tersebut bukan sekadar menyampaikan capaian angka, melainkan memperkenalkan pendekatan pemberdayaan yang menempatkan perempuan prasejahtera sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi, bukan sebagai objek bantuan.

Dia mengatakan, saat ini sekitar 73 persen portofolio pembiayaan program Mekaar telah menggunakan skema syariah.

Perusahaan juga mengembangkan model pemberdayaan berbasis tiga modal, yakni modal finansial, intelektual, dan sosial, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha ultra mikro.

Keikutsertaan PNM di Halal Expo Indonesia 2026 sekaligus mempertegas upaya Indonesia dalam memperkenalkan praktik keuangan syariah yang inklusif kepada negara-negara anggota D-8.

Melalui model tersebut, ujarnya lagi, diharapkan pembiayaan syariah dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ekonomi halal sekaligus memperluas pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro.

Baca juga: PNM buka peluang kerja lulusan SMA/SMK dari keluarga prasejahtera

Baca juga: Menko PM: PNM Mekaar praktik baik pemberdayaan perempuan akar rumput



Pewarta: Subagyo
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026