Pangkalpinang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memblokir 800 barcode (QR code) kendaraan dan pelat nomor polisi palsu, karena terindikasi melakukan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di daerah itu.
"Hingga pertengahan Juli tahun ini, kita sudah memblokir 800 barcode kendaraan roda empat," kata Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono saat meninjau SPBU Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Rabu.
Ia mengatakan pemblokiran 800 barcode kendaraan dan pelat nomor polisi palsu ini, sebagai langkah PT Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memastikan pendistribusian BBM bersubsidi ini tepat sasaran dan tepat manfaat kepada masyarakat manfaat subsidi di daerah ini.
Selain itu, pemblokiran barcode kendaraan ini juga sebagai langkah mengantisipasi antrean panjang kendaraan di SPBU-SPBU di daerah ini.
"Kendaraan yang diblokir ini memiliki banyak barcode dan banyak nomor polisi untuk mengerit BBM bersubsidi, sehingga memicu antrean panjang di SPBU-SPBU di daerah ini," ujarnya.
Baca juga: BPH Migas dan Komisi XII DPR bahas pengawasan BBM subsidi di Babel
Baca juga: BPH Migas temukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di Jambi
Ia menyatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean kendaraan panjang beberapa hari terakhir ini dipicu banyak kendaraan yang melakukan pembelian berulang-ulang di SPBU, dengan menggunakan pelat nomor palsu dan barcode ganda.
"Temuan kami di lapangan banyak barcode yang sama atau dobel dan menggunakan nomor polisi palsu untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak panik, karena stok BBM yang di Kepulauan Bangka Belitung sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang berkembang, karena stok dan pasokan BBM berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat," katanya.
Selain itu, diimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi, terutama pembelian BBM karena ketersediaan BBM khususnya bersubsidi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.
"Kami mengimbau masyarakat bijak menggunakan energi dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhannya," katanya.
Baca juga: Pertamina Sumbagsel blokir barcode yang disalahgunakan
Baca juga: Babel blokir 4.000 pengguna fuel card biosolar subsidi
Pewarta: AprionisUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.