Jambi (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Jambi mencatat selama tujuh bulan terakhir atau sejak Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 22 kasus korban tenggelam di Sungai Batanghari yang semua korban ditemukan kondisi meninggal dunia.
“Untuk kasus atau kejadian orang tenggelam di sungai terdata sejak Januari sampai bulan ini, total sudah ada 22 kejadian atau korban yang semuanya ditemukan meninggal dunia,” kata Humas Basarnas Jambi M Luthfi, di Jambi Rabu.
Para korban tenggelam tersebut sebagian besar mereka tidak bisa berenang dan tenggelam saat mandi atau bermain di sungai dan ada juga yang saat menggunakan perahu saat menyeberang dan mencari ikan di sungai.
“Namun demikian Basarnas Jambi belum bisa membandingkan data korban tenggelam dari tahun ini dengan tahun lalu, karena masih ada waktu lima bulan lagi pada tahun ini,” kata Luthfi.
Data yang diterima Basarnas Jambi, kasus atau korban tenggelam di Sungai Batanghari, Jambi pada Rabu sore (15/7), ada Seorang bocah berusia tujuh tahun dilaporkan hilang terseret arus setelah mengalami kelelahan saat berenang di Sungai Batanghari, Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Korban diidentifikasi bernama Revan (7), warga Desa Sungai Keruh. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, bermula saat korban tengah mandi dan berenang bersama teman-temannya di sungai.
Diduga karena kelelahan, korban tidak mampu melawan arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan. Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, korban masih belum berhasil ditemukan.
Pihak BPBD Tebo kemudian meneruskan informasi musibah ini ke pihak Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bungo.
Merespons laporan tersebut, Komandan Pos SAR Bungo segera mengerahkan satu tim Search and Rescue Unit (SRU) beranggotakan 7 personel. Tim rescue tersebut bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan Rescue Car Double Cabin dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 2 jam 25 menit.
Operasi SAR ini akan dilakukan secara sinergis dengan melibatkan berbagai unsur SAR di lapangan, meliputi Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD Tebo, Polsek Tebo Tengah, Babinsa serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan penyelamatan air telah disiapkan untuk proses pencarian, di antaranya peralatan water rescue, peralatan selam, peralatan medis, alat komunikasi, serta perlengkapan evakuasi. Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan berawan.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.