Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari, Jambi mencatat realisasi investasi telah menembus Rp594,527 miliar.

Realisasi investasi di Kabupaten Batang Hari pada triwulan I tahun 2026 hampir mencapai target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp600 miliar.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Batang Hari, Herison di Muara Bulian, Jumat mengatakan capaian itu didominasi oleh investasi di sektor perkebunan, khususnya pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO).

"Target investasi kita sebesar Rp600 miliar, Pada triwulan pertama realisasinya sudah mencapai sekitar Rp594,527 miliar,"

Dapat diketahui, investasi ini lebih banyak didominasi sektor perkebunan, terutama pembangunan pabrik CPO yang akan segera dibangun.

Pada saat ini terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan di Kabupaten Batang Hari. Selain sektor perkebunan, investasi juga berasal dari industri makanan, pengolahan kayu, plastik, dan non logam, meski kontribusinya masih lebih kecil.

Dengan capaian yang hampir menyentuh target sejak awal tahun, pihaknya optimistis realisasi investasi hingga akhir 2026 akan melampaui target yang telah ditetapkan.

"Saya yakin realisasi investasi tahun ini akan melebihi target karena pertumbuhan investasi di awal tahun sangat baik," ujarnya.

Sementara itu, untuk menarik lebih banyak investor, Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah menerbitkan regulasi mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi sejak tahun 2022.

Dengan adanya Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. Dan untuk ke depan, DPMPTSP juga mendorong hadirnya investasi di sektor hilirisasi kelapa sawit.

Menurut Herison, Batang Hari tidak hanya ingin menjadi daerah penghasil CPO, tetapi juga mengembangkan industri turunannya agar memberikan nilai tambah bagi daerah.

"Kami berharap ada investasi industri turunan CPO, seperti pabrik margarin dan produk olahan lainnya. Dengan begitu, tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,"tutupnya.

Berdasarkan data BPS mencatat luas kebun kelapa sawit rakyat dan perusahaan di Kabupaten Batang Hari sebanyak 553-802 hektare dengan produksi mencapai 176.527 ton per tahun.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026