Keberhasilan ini diraih setelah tim melewati serangkaian tahapan seleksi nasional yang ketat, mulai dari evaluasi administratif hingga penilaian substansi proposal. Bersaing dengan ribuan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, pencapaian ini menjadi bukti kualitas gagasan, inovasi, dan kesiapan tim dalam mengembangkan produk yang berpotensi langsung bagi masyarakat.
Tim PKM-K ini diketuai oleh M. Padil Nazwan, dengan beranggotakan Hayatil Aisyah dan Najwa Sharfina. Dalam prosesnya, mereka dibimbing langsung oleh Ir. Edwin Permana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dosen Program Studi Kimia Industri UNJA.
Pada ajang PKM-K tahun ini, tim mengusung inovasi bernama DE-GREEN, yaitu produk silika gel yang memanfaatkan limbah fly ash & bottom ash (FABA) dari boiler pabrik kelapa sawit. Inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya volume limbah padat industri sawit di Indonesia yang selama ini pemanfaatannya belum optimal.
Limbah FABA kelapa sawit diketahui memiliki kandungan silika yang cukup tinggi, sehingga potensial dijadikan bahan baku utama silika gel. Melalui pendekatan ini, DE-GREEN hadir memberikan nilai tambah (added value) terhadap limbah industri, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Sebagai produk dehumidifier (penyerap kelembapan udara), DE-GREEN berfungsi menjaga kualitas berbagai barang selama masa penyimpanan. Produk ini dapat diaplikasikan di kamar tidur, ruang penyimpanan dokumen penting, hingga produk-produk UMKM yang rentan rusak akibat kelembapan tinggi. Menariknya, silika gel DE-GREEN dirancang agar dapat diregenerasi (digunakan kembali), menjadikannya lebih hemat dan ramah lingkungan.
Melalui program PKM-K, tim tidak hanya fokus pada aspek riset produk, tetapi juga menyusun strategi kewirausahaan yang matang. Strategi ini mencakup proses produksi massal, pengemasan yang menarik, pemasaran digital, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan produk penyerap kelembapan yang berkelanjutan.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Jambi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya pada poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, inovasi industri, serta aksi terhadap perubahan iklim melalui pengelolaan limbah.
Pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menjadi langkah awal bagi tim untuk merealisasikan DE-GREEN menjadi produk siap komersial. Selama masa pelaksanaan PKM-K, mereka akan fokus pada optimalisasi produksi, pengujian kualitas secara berkala, serta promosi intensif kepada masyarakat dan pelaku UMKM selaku target pasar utama.
Tim berharap DE-GREEN tidak hanya berhenti sebagai karya kompetisi mahasiswa, melainkan terus berkembang menjadi unit bisnis yang mandiri. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, tim optimistis DE-GREEN mampu menjadi salah satu produk unggulan Universitas Jambi yang berdaya saing nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi teknologi ramah lingkungan.
Pewarta: Nanang MairiadiUploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.