Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi terus memperkuat pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di sektor riil (pertanian dan peternakan) dengan menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) dan perguruan tinggi (PT).
"Keberhasilan pemasyarakatan tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi. Maka kolaborasi dengan berbagai mitra strategis menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan yang relevan, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja maupun sektor produktif," kata Kepala Lapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali, di Sengeti, Senin.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Muaro Jambi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, serta Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut Syahroni, kerja sama kemitraan itu diyakini dapat memperkuat program pembinaan kemandirian, terutama di bidang pertanian, peternakan, dan pemberdayaan ekonomi, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan warga binaan yang tidak hanya siap kembali ke masyarakat, melainkan juga memiliki kompetensi untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dengan demikian, tujuan pemasyarakatan sebagai proses pembinaan dan reintegrasi sosial dapat terwujud secara nyata.
Ia menilai kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk menghubungkan program pembinaan di dalam lapas dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Saat ini, pembinaan tidak lagi berorientasi pada aktivitas rutin warga binaan, melainkan diarahkan agar menghasilkan keterampilan, produktivitas, dan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sebagai landasan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang lebih berdampak.
"Perjanjian itu sebagai langkah sinergi membangun pembinaan kemandirian warga binaan melalui penguatan kemitraan strategis untuk mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan daerah," jelas Syahroni.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.