Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, Jambi mengantisipasi sawah kekeringan dampak musim kemarau panjang.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan terjadinya fenomena El Nino pada 2026.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana di Muara Bulian, Rabu, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap wilayah pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
"Hasil pendataan sementara terdapat sekitar 1.883 hektare lahan sawah yang masuk kategori rawan mengalami kekeringan," katanya.
Menurut Roma, untuk mengurangi risiko gagal tanam maupun penurunan produksi, pihaknya telah menginstruksikan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang sebelumnya telah disalurkan kepada kelompok tani.
Selain itu, infrastruktur pendukung seperti embung, irigasi perpipaan, dan jaringan irigasi juga dimaksimalkan guna menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
"Pompa-pompa yang sudah kita serahkan kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara maksimal. Begitu juga dengan embung dan jaringan irigasi yang ada agar pasokan air untuk lahan pertanian tetap tersedia," katanya.
Sementara itu, Roma menjelaskan potensi kekeringan tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari. Lokasi-lokasi yang dinilai rawan telah dipetakan sehingga upaya antisipasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kemarau berkepanjangan benar-benar terjadi.
Untuk itu Ia berharap seluruh petani tetap berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga produktivitas pertanian di Batang Hari tetap terjaga.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.