Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Badan urusan logistik (Bulog) Wilayah Jambi menguasai stok sebanyak 10.955 ton cadangan beras pemerintah (CBP) per 22 Juli 2026, dipastikan mampu mencukupi kebutuhan hingga empat bulan ke depan.

"Jika dibagi kebutuhan setiap bulan sekitar 2.500 ton, maka dipastikan mampu memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan," kata Manager Pemasaran Bulog Kantor Wilayah Jambi A. Musalim Yudha, di Kota Jambi, Rabu.

Yudha menjelaskan, cadangan beras pemerintah itu terbesar di lima unit usaha (entitas). Dengan rincian cadangan yang tersedia di unit Kota Jambi atau gudang Pasir Putih di angka 6.358 ton.

Cadangan itu untuk memenuhi kebutuhan di tiga wilayah, masing-masing Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Batang Hari.

Kemudian entitas Kuala Tungkal sebesar 1.563 ton untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kemudian, unit usaha Bungo, ketersediaan CBP untuk wilayah Kabupaten Bungo dan Tebo saat ini berada di angka 1.239 ton. Selanjutnya unit usaha Merangin sebesar 1.103 ton, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Terakhir, unit usaha Sungai Penuh dengan stok cadangan beras pemerintah berada di angka 732 ton. Cadangan itu untuk menyuplai kebutuhan warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Cadangan beras tersebut, lanjut dia, nantinya akan disalurkan Bulog ke pasar melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau melalui bantuan pangan.

"Kita pastikan aman untuk bantuan pangan seperti program stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk Jambi," tutupnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026