Batang Hari, Jambi (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari melakukan bedah rumah warga kurang mampu dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
"Melalui kolaborasi ini kita tidak hanya membangun sebuah rumah yang layak huni,
tetapi juga membangun harapan baru, sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti program pembinaan," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar di Batang Hari, Selasa.
Menurut dia, kegiatan bedah rumah tersebut merupakan program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan mengarahkan seluruh jajaran untuk menghadirkan pemasyarakatan yang berdampak bagi masyarakat.
Program tersebut bertujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam proses pembangunan rumah menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu membentuk pribadi yang produktif, bertanggung jawab, serta memiliki kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Menurut dia, paradigma pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pembinaan di balik tembok lembaga pemasyarakatan, tetapi juga diarahkan agar hasil pembinaan mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Sinergi bersama inilah yang harus terus kita pelihara. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, maka manfaatnya akan dirasakan secara luas. Ini merupakan rumah keenam yang kita bedah," tutupnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian Ilham Santoso mengatakan satu unit rumah yang dibedah merupakan milik seorang penggembala kambing atas nama Misro.
Proses pembangunan rumah diselesaikan dalam waktu 12 hari dengan melibatkan 10 WBP yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan.
Seluruh proses pembangunan berlangsung di bawah pembinaan dan pengawasan petugas Lapas Kelas IIB Muara Bulian sehingga tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan tujuan pembinaan.
Menurut dia, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Baznas Kabupaten Batang Hari, Pemerintah Kabupaten Batang Hari, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kolaborasi menjadi kunci utama, semangat gotong royong inilah yang ingin terus kami bangun melalui berbagai program Pemasyarakatan Berdampak," ungkapnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.