Jambi (ANTARA) - Salah satu perusahaan batubara Nusantara Bara Tambang (NBT) Coal Group di Jambi mengajak lima puluh pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA untuk menjelajahi kawasan Candi Muaro Jambi, disana mereka selain berwisata juga datang untuk belajar sejarah, mengenal budaya Melayu Jambi, sekaligus melakukan aksi peduli lingkungan.

"Sebanyak 50 pelajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat mengikuti 'Field Trip' Candi Muaro Jambi yang digelar NBT Coal Group dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional," kata Direktur NBT Coal Group Kameswara Helly, di Jambi Rabu.

Perusahaan berharap kegiatan ini bisa semakin menambah rasa cinta anak-anak terhadap situs bersejarah sehingga tumbuh rasa ingin menjaganya agar tetap lestari.

Sementara itu salah satu peserta, Kenzie Rabbani tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan bersama siswa kelas III SMP Adhyaksa Jambi itu dan mereka mengaku sebelumnya sudah pernah mengunjungi Candi Muaro Jambi namun kali ini mendapatkan pengalaman berbeda.

Jika sebelumnya datang untuk berwisata, melalui field trip tersebut Kenzie mendapat kesempatan mengenal lebih jauh sejarah dan nilai penting yang tersimpan di kawasan percandian.

"Senang sekali diajak acara ini dan baru menyadari ternyata Candi Muaro Jambi menyimpan cerita dan sejarah yang menarik sebagai pusat perguruan tinggi atau universitas kuno sejak abad ketujuh. Saya jadi banyak tahu setelah ikut field trip ini," ujarnya.

Kenzie berharap kegiatan serupa lebih sering digelar agar semakin banyak pelajar bisa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di luar ruang kelas.

NBT Coal Group merupakan perusahaan yang menaungi tiga pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Jambi yakni PT Anugerah Jambi Coalindo (PT AJC), PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS), dan PT Bakti Sarolangun Sejahtera (PT BSS).

Kegembiraan para pelajar tidak berhenti saat menyusuri kawasan percandian. Mereka juga diajak mengenal tradisi masyarakat setempat melalui makan besaji, salah satu tradisi khas Muaro Jambi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Melayu Jambi.

Tradisi tersebut diperkenalkan kepada para pelajar sebagai simbol kebersamaan, silaturahmi, serta semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.

Konsep field trip dikemas dengan memadukan pembelajaran sejarah, pengenalan budaya, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Selain menjelajahi kawasan percandian, para peserta mengikuti aksi bersih-bersih di kawasan Candi Muaro Jambi.

Selama kegiatan berlangsung, mereka menggunakan tumbler sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. NBT Coal juga membagikan bingkisan berupa hadiah, susu, dan makanan sehat kepada seluruh peserta.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi diwakili Sekretaris Dinas, Hendri Wijaya, menilai keterlibatan perusahaan swasta dalam mendukung pendidikan melalui kegiatan yang memadukan sejarah, budaya, dan lingkungan merupakan langkah positif.

"Dengan inovasi seperti ini, anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungan sekitarnya. Ini bagus sekali, apalagi didukung sepenuhnya oleh NBT Coal," kata Hendri.

Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) NBT Coal. Program tersebut diarahkan untuk memberikan akses pengetahuan dan pengalaman belajar sekaligus memperluas wawasan generasi muda di Jambi.

Antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana field trip ini menjadi dorongan bagi NBT Coal untuk melanjutkan program tersebut. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan melibatkan lebih banyak sekolah, sekaligus melanjutkan berbagai program edukasi yang selama ini telah berjalan.

Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan perusahaan, baik dari NBT Coal maupun PT SAS yang diwakili Ibnu Ziady serta PT AJC yang diwakili Alam Firmansyah.


 

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026