Muaro Jambi, Jambi (ANTARA) - Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jambi melatih warga binaan pemasyarakatan (WBP) lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi membuat pupuk organik, pembibitan, hingga penanaman pola hidroponik.

"Kerja sama antara Lapas Jambi dan Bapeltan demi memberikan kontribusi nyata bagi warga binaan di bidang pelatihan pertanian," kata Widyaiswara Ahli Madya Bapeltan Jambi Elly Sarnis di Muaro Jambi, Sabtu.

Elly Sarnis menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan yang berlangsung selama tiga hari, menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik.

Dengan menggunakan metode pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung, pelatihan yang diselenggarakan mencakup berbagai materi, seperti teknik penanaman sayuran pola hidroponik, pembibitan dan pembuatan pupuk organik.

Khusus pembuatan pupuk organik, Bapeltan memberikan materi pemanfaatan limbah dapur umum lapas, menggunakan air cucian beras dan kulit bawang merah melalui proses fermentasi.

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa digunakan saat kembali ke masyarakat, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi dan merasa tetap berdaya serta berguna bagi lingkungan sekitar.

"Ini untuk mengisi kegiatan di Lapas, supaya mereka memiliki pengetahuan, saat keluar bisa menjadi bekal untuk dikembangkan di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Warga binaan peserta pelatihan, Waluyo menilai bahwa pembelajaran membudidayakan tanaman sayuran ini sangat baik.Dengan kegiatan seperti ini, warga binaan mendapat pengetahuan langsung dari ahli tanaman.

"Kita jadi mengerti cara membuat pupuk sendiri, wawasan kami jadi terbuka," singkatnya.

Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolahan Hasil Kerja Lapas Kelas II Jambi Dentoro Abrilicto mengatakan, pelatihan ini melibatkan 30 warga binaan, sesuai dengan usulan ke Bapeltan Jambi.

Nantinya, hasil tanam produk ini akan dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), di sekitar Lapas.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas serta memastikan keberlanjutan program produksi pertanian Lapas.

Langkah ini, juga menjadi bentuk partisipasi pihak Lapas dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan nasional menuju Asta Cita.

"Kita sudah lakukan perjanjian kerja sama dengan KDMP Bukit Baling, kita jual di sana, program merupakan akselerasi kementerian mendukung ketahanan pangan," jelasnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026